Recombinant Baculovirus Containing the Diphtheria Toxin A Gene for Malignant Glioma Therapy
|
Latar Belakang |
|
Insek – insek baculovirus mampu menginveksi sel glial mamalia di sistem saraf pusat. Para peneliti (Chao-Yang Wang, Feng Li, Hai-Yan, Hai-Yan Guo, Chun-Xiao Wu and Shu Wang) tersebut dalam penelitian, kemungkinan terjadi dari penggunaan virus – virus sebagai vektor – vektor gen toxix untuk mengeliminasi cell glioma malignant pada otak. Mereka bersikukuh bahwa cell glioma yang memperbolehkan / menyebabkan terjadinya infeksi baculovirus, dengan efisiensi transduksi yang berubah – ubah pada 100 partikel virus / cell dan range diantara 35% dan 75% pada jalur cell glioma tujuh manusia dan tikus. Baculovirus sangat efektif menekan perkembangan tumor dan dapat digunakan untuk terapi gen kanker. Glioblastoma multiforme sekarang hampir tak dapat disembuhkan. Bahkan dengan campur tangan pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi, pasien – pasien dengan glioblastoma multiforme biasanya meninggal dalam setahun. Dengan hanya sedikit pasien yang masih hidup tidak lebih dari 3 tahun. |
|
Metode |
|
Terapi gen dipandang sebagai sebuah terapi yang memberi harapan untuk pengobatan kanker, sangat berhasil diaplikasikan menggunakan bermacam – macam tipe viral / virus vektor, elemen – elemen pengaturan ekspresi gen, dan putatif gen anti tumor pada spesimen binatang. Vektor dasar baculovirus Autographa californic multiple nucleopolyhedrovirus (AcMNPV), secara tradisional digunakan sebagai biopestisid untuk membunuh insek yang terinfeksi, akhir – akhir ini dirasakan sebagai tipe baru dari sarana pengiriman untuk ekspresi transgen pada mamalia cell. Virus ini dapat masuk tapi tidak replikasi di cell mamalia, dengan ekspresi promotor mamalia, rekombinan baculovirus menyediakan efisiensi tranduksi tinggi dalam banyak tipe berbeda dari cell dan jaringan, termasuk beberapa tumor cell lines. Salah satu keuntungan menarik menggunakan baculovirus AcMNPV sebagai sebuah vektor terapi gen kanker adalah kapasitas kloning besar sekitar 130 kb viral genome, yang mana mungkin menjadi sangat menguntungkan digunakan untuk menyampaikan sebuah gen fungsional besar atau multiple gene dari sebuah single vektor. Transduksi baculovirus mengakibatkan ekspresi gen sementara. Walaupun cell ovary hamster cina tetap mengekspresi green fluorescent protein (GFP), mungkin dapat diisolasi mengikuti transduksi baculovirus dan pemilihan antibiotik, ini tidak jelas di frekuensi berapa kromosomal integrasi pengiriman DNA sekuens tanpa pemilihan antibiotik mungkin berlaku pada cell transduksi. Jadi, virus tsb terlihat sebuah vektor yang cocok untuk aplikasi mewajibkan pengobatan jangka pendek ekspresi gen. Keuntungan empiris lainnya dari vektor baculovirus berisi konstruksi yang mudah dari sebuah vektor viral rekombinan dan prosedur simple memurnikan jumlah besar virus dengan titer yang tinggi. Ini menjadi mungkin untuk meningkatkan (scale up) kekurangan proses intensif peneliti (labor-intensif) untuk level pharmaceutical. Bagaimanapun juga, meskipun pemahaman yang baik dari semua ini menarik sifat dari baculovirus, applicasi terapi gen dari virus masih dalam masa pertumbuhan, dan tidak praktis penggunaan aplikasi pada terapi kanker namun telah dibuat, bahkan dalam preklinik animal studies. Dalam penelitian saat ini, mereka telah mengembangkan sebuah recombinan baculovirus vector yang ramah sekuen pengaturan transkripsi dari glial fibrillary acidic protein (GFAP) untuk gerakan ekspresi sebuah gen toksik dalam cell glioma. Meskipun baculovirus terlihat lebih condong ke cell glial infek daripada neuron di otak, penggunaan cell glial promotor spesifik akan memajukan penurunan efek samping potensial pada neurons yang disebabkan oleh overekspresi dari sebuah terapi gen, terutama ketika sebuah gen toksik telah digunakan. Bagaimanapun juga, sebuah tipe cell promotor spesifik biasanya memperlihatkan sebuah aktivitas transkripsi yang relatif lemah dari itu sangat digunakan promotor kuat yang berasal dari virus [cth., the enchancer/promoter of human cytomegalovirus (CMV) immediate-early gene;.] untuk menutupi kekurangan ini, menambahkan sebuah elemen pengaturan transkripsi viral telah dibuktikan efektif untuk banyak promoter seluler seperti promoter ß-actin dan promotor platelet manusia yang berasal dari pertumbuhan faktor B-chain. Satu lagi dilaporkan mendekati bahwa dapat meningkatkan ekspresi gen yang ditiup oleh sebuah promotor cell flanking an expression cassette of interest dengan inverted terminal repeats (ITR) dari adeno-associated virus (AAV). Beberapa group telah mengembangkan viral atau plasmid vektor dengan pendekatan ini dan dilaporkan meningkatkan efisiensi transgene ekspresi pada cell mamalia, xenopus embryos, dan ikan. Elemen pengaturan viral diatas telah tergabung kedalam baculoviral vektor tulang belakang pada penelitian ini untuk meningkatkan transgen ekspresi dari GFAP promotor. Kita menyediakan fakta – fakta yang menunjukkan hal itu, dengan pertolongan ahli gene expression cassette, baculoviruses mengandung sebuah cDNA encoding A-chain dari diphteria toxin (DT-A) sangat istimewa membunuh glioma cell in vitro dan sangat efektif mencegah pertumbuhan dari glioma cell pada otak tikus. |
|
Hasil dan Pembahasan |
|
Cell glioma yang memperbolehkan / menyebabkan terjadinya infeksi baculovirus, dengan efisiensi transduksi yang berubah – ubah pada 100 partikel virus / cell dan range diantara 35% dan 75% pada jalur cell glioma tujuh manusia dan tikus. Baculovirus sangat efektif menekan perkembangan tumor dan dapat digunakan untuk terapi gen kanker. Pasien – pasien dengan glioblastoma multiforme biasanya meninggal dalam setahun. Dengan hanya sedikit pasien yang masih hidup tidak lebih dari 3 tahun. |
|
Kesimpulan dan Implikasi |
|
Penelitian ini dapat memberikan secercah harapan pada penderita untuk penyakit maligna Gliomam yang hampir tak dapat disembuhkan. Bahkan dengan campur tangan pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi, bahkan pasien – pasien dengan glioblastoma multiforme biasanya meninggal dalam setahun. Dengan hanya sedikit pasien yang masih hidup tidak lebih dari 3 tahun.
Editor by: Name : Kurniawan Adhi Wijaya NIM : O1A005013 Contact me : Email : new_asadhy@yahoo.co.id Blog : http://adhypharm.wordpress.com/
If you have any questions or comments, please let us know!
|
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- April 2008 (1)
- Maret 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS